Jumat, 05 April 2013

Perahu Kertas Fersi Fatin Shidqia Lubis


Sumber :http://www.youtube.com/watch?v=R-elBQ4Xk70
»»  READMORE...

Selasa, 02 April 2013

MANUSIA HANYA SETITIK DEBU


Sungguh Maha Besar, melihat ciptaannya saja kita sudah tidak mampu apalagi melihat Tuhan Yang Maha Esa, Renungkanlah bacaan dibawah ini, semoga kita terhindar dari perbuatan Sombong. Sesungguhnya kita sangat kecil di mata Tuhan. Admin anehdidunia.com mendapatkan beberapa gambar mengenai perbandingan ukuran bumi, diantara beberapa bagian di jagat raya ini yang semuanya adalah ciptaan Tuhan.

Ini perbandingan Bumi dengan planet yang lebih kecil lainnya,

Manusia Hanya Setitik Debu

Ini bumi dibandingkan dengan planet planet yang lebih besar.. Ada Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
   
http://anehdidunia.com

Perhatikan, Bumi tidak ada apa-apanya dengan Matahari   

http://anehdidunia.com

Matahari sangat kecil jika dibandingkan dengan Arcturus, Bagaimana dengan Bumi ?

http://anehdidunia.com

Matahari yang kita rasa sangat besar, jika di bandingkan dengan planet Antares, sangat jauh lebih kecil.

http://anehdidunia.com

Antares Kalah dengan Pistol Star   

http://anehdidunia.com

Pistol Star Masih jauh dibawah VV Cephei (Bintang Terbesar Yang Ditemukan)

Manusia Hanya Setitik Debu 

Matahari Sudah Seperti Debu

Manusia Hanya Setitik Debu

Dengan perbandingan diatas tadi, setidaknya kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi, apalagi kita sebagai penghuninya. Terbayang jelas jagat raya yang sangat besar pada gambar skala-skala diatas. Bumi kita tidak kelihatan lagi di sini , bahkan matahari hanya sebesar debu.

Saya sempat berpikir juga… Siapakah kita…?
Layakah kita sombong dihadapan TUHAN ?
Apakah tujuan hidup kita…?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga, mulia dihadapan TUHAN…?

Bumi saja yang menurut kalian besarnya cuma setitik, gimana kalian yang sangat kecil??? jadi.. tidaklah pantas manusia berjalan di atas muka bumi ini dengan sombong terhadap sesama makhluk Tuhan, apalagi berlaku sombong terhadap Penciptanya, Yang Maha Besar, Tuhan Yang Maha Esa.
Dan disini matahari sudah tak terlihat, bagaimana dengan bumi..? BAGAIMANA DENGAN KITA ???
APA PANTAS KITA SOMBONG? Manusia hanya setitik debu.


Sumber: http://www.anehdidunia.com/2013/02/manusia-hanya-setitik-debu.html#ixzz2PI6SoWzu
»»  READMORE...

Kamis, 21 Maret 2013

AL QURAN Menjelaskan "Life Begins At 40"


Penemuan ilmiah terbaru menegaskan bahwa perkembangan otak tidak sempurna (sampai pada batas kesempurnaan) kecuali di penghujung usia 40 tahun. Dan usia ini adalah usia yang ditetapkan oleh Al Qur’an 14 abad yang lalu.
Merupakan hal yang sudah diketahui bersama bahwa wahyu telah turun kepada Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika usia beliau empat puluh tahun. Dan pasti ada hikmah dari usia ini, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah memilih sesuatu kecuali di dalamnya ada hikmah yang agung.

Dan mungkin yang tampak bagi kita dari sebagian hikmah tersebut adalah bahwa pertumbuhan manusia dan kesempurnaan akalnya tidak akan munsul kecuali di penghuung usia empat puluh tahun dari umur manuisa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a:”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf: 15)
Ayat yang mulia ini menentukan batasan usia empat puluh sebagai usia untuk kesempurnaan kekuatan fisik dan mental, atau kematangannya, atau puncaknya. Dan dengan demikian kita berada di hadapan fakta/kenyataan Quraniyyah. Dan pertanyaan kita sekarang, apakah ada fakta ilmiah yang menguatkan kebenaran firman Allah ’Azza wa Jalla (dalam masalah ini)?
Tentu saja keberadaan fakta/kenyataan ini -jika ada- akan menjadi bukti bagi mereka yang skeptis/ragu-ragu (terhadap kebenaran al-Qur’an), untuk melihat kebenaran Al Qur’an ini. Dan juga menjadi sarana bagi orang yang beriman untuk meningkatkan keimanan dan keyakinannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Inilah yang Anda cari dalam waktu yang lama, tetapi tidak mendapatkan hasil. Seluruh ilmuwan menyatakan dengan tegas bahwa kesempurnaan pertumbuhan otak terjadi pada usia kira-kira dua puluh tahunan, ini adalah apa yang ditunjukkan oleh ujicoba-ujicoba yang mereka lakukan.

Akan tetapi ada penelitian baru, yang dikirim kepadaku oleh salah seorang saudaraku -semoga Allah memberinya pahala- yang menegaskan bahwa perkembangan otak terus berlangsung hingga penghujung usia empat puluh tahunan dari umur manusia. Dan itu benar-benar sesuai dengan apa yang disebutkan oleh al-Qur’an.
Surat kabar Telegraph menerbitkan sebuah artikel berjudul:”Brain only fully ‘matures’ in middle age” yang kurang lebih artinya “Sesungguhnya perkembangan otak tetap berlangsung sampai di pertengahan umur seseorang.”

Dikatakan dalam artikel itu perkataan sebagai berikut:”Anda mungkin mengira bahwa Anda akan menjadi sepenuhnya matang (dalam berpikir) saat Anda berada di usia 21 tahun, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa otak Anda tidak berhenti perkembangannya, sampai akhir usia 40 tahunan.”
Dalam penemuan ini para ilmuwan menggunakan alat yang dinamakan alat scan fMRI (Functional magnetic resonance) yaitu sebuah alat yang sangat canggih yang bisa mengukur aktivitas dan perubahan-perubahan di daerah otak dengan cara yang menakjubkan.

Dan sebelum abad 21, tidak ada satupun ilmuwan yang mengetahui bahwa perkembangan otak tidak sampai pada kesempurnaan melainkan di akhir usia empat puluh tahunan!
Dan peneltian baru tersebut menegaskan bahwa daerah otak yang terus tumbuh adalah bagian bawah ubun-ubun atau yang dinamakan oleh para ilmuwan prefrontal cortex (korteks prefrontal), bagian paling atas dan ia adalah bagian terdepan dari otak.

Dan daerah ini berperan penting dalam pengambilan keputusan, interaksi sosial, dan fungsi-fungsi kepribadian yang lainnya, seperti perencanaan, tingkah laku, dan pemahaman terhadap orang lain. Dan bagian otak inilah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya.
Profesor Sarah-Jayne Blakemore berkata:”Sejak kurang dari 10 tahun yang lalu, kami meyakini bahwa pertumbuhan otak terhenti pada usia dini dari umur manusia.”
Kemudian dia melanjutkan:”Tetapi percobaan/ujicoba scan resonansi magnetik (fMRI) pada otak menunjukkan bahwa pertumbuhan otak akan berlanjut sepanjang usia tiga puluhan dan sampai umur empat puluh tahunan dari umur manusia! Dan Daerah yang paling penting dan paling besar pertumbuhannya adalah bagian bawah ubun-ubun. Bagian itu adalah bagian paling atas di daerah otak depan, yang dialah yang membedakan kita sebagai manusia dengan makhluk lain.”
Di sini kita teringat ayat yang mulia, di mana pada ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menekankan arti pentingnya ubun-ubun Nashiyah. Dia berfirman meghikayatkan perkataan Nabi Dawud ‘alaihissalam ketika berbicara kepada kaumnya:

”Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya (Nashiyah). Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus.” (QS. Huud: 56)
Demikian juga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan dalam do’a beliau: ”Ubun-ubunku di Tangan-Mu.”
Dan pertanyaan kita kepada setiap orang yang ragu dengan kebenaran Islam:”Bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui arti penting ubun-ubun ini (Nashiyah)?”
Dan sekarang kita kembali lagi ke ayat di awal, di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

”…. Hingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a:”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau ….” (QS. Al-Ahqaaf: 15)
Kita katakan Subhanalah! Siapa yang mengajari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menetapkan batasan umur ini kepada beliau? Dan apakah dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui tentang arti penting umur ini, untuk beliau pilih sebagai awal mula kenabian beliau? Ataukah Allahlah Yang Maha Mengetahui sesuatu yang tersembunyi yang memilihkan untuk beliau?
Apakah dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengetahui bahwa manusia tidak sampai pada usia kedewasaan (kematangan) kecuali pada usia empat puluh tahun? Atau apakah ada seseorang yang memberitahu hal itu kepada beliau?

Bukankah para ilmuwan Barat sendiri mengakui bahwa mereka tidaklah menguak hakekat ini kecuali di akhir tahun 20120? Maka sungguh hakekat-hakekat ini membuktikan dan menyaksikan kebenaran dan kejujuran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan kebenaran Risalah Islam.

Sumber :http://artikelmenarik.host56.com/al-quran-menyebutnya-rahasia-dan-penjelasan-ilmiah-usia-40-tahun/
»»  READMORE...

Hal - Hal Yang Menakjubkan Dari Otak Bayi


Apa yang dapat dilakukan oleh bayi mungkin dianggap hal yang sepele bagi orang dewasa karena bayi belum dapat mengimbangi percakapan orang dewasa. Tetapi sebenarnya bayi dapat membuktikan kepandaiannya. Setelah para ilmuwan menemukan cara untuk mengungkap kemampuan bayi, ternyata bayi memiliki banyak kemampuan otak yang cukup cerdas dan menakjubkan.

Kira-kira kemampuan menakjubkan apa saja yang ada pada otak bayi?

Berikut 9 kemampuan menakjubkan dari otak bayi seperti dikutip dari LiveScience, Rabu (14/3/2012) antara lain:

1. Mengetahui siapa yang memiliki kedudukan lebih tinggi

Dari usia 10 bulan, bayi mengetahui dan mengerti hal-hal yang cukup benar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bayi mengerti hirarki (urutan kedudukan) sosial dan mengetahui ukuran yang dapat menentukan siapa yang bertanggung jawab.

2. Mengerti ekspresi emosi anjing

Bahkan sebelum bayi dapat mengatakan kata 'mama' dan 'papa', bayi telah dapat menguraikan dan mengerti emosi anjing. Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bayi usia 6 bulan telah dapat menunjukkan bahasa tubuh yang sesuai.

"Emosi adalah salah satu hal pertama yang dapat ditangkap bayi dalam dunia sosial," kata pemimpin peneliti Ross Flom, seorang profesor psikologi di Brigham Young University, Utah.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology.

3. Memahami suasana hati dan emosi

Sementara bayi masih belum dapat berbicara, ia mungkin tahu kapan orang dewasa sedang merasa terpuruk. Sekitar usia 5 bulan, bayi dapat secara akurat memilih sebuah lagu yang dapat membangkitkan emosi positif.

Hal tersebut berdasarkan hasil sebuah penelitian yang telah diterbitkan pada tahun 2010 dalam jurnal Neuron. Pada usia 9 bulan, bayi juga dapat mengidentifikasi suara sedih dari beberapa lagu.

4. Dapat menari mengikuti irama musik

Berbicara tentang musik, bayi tidak dapat jika tidak bereaksi ketika mendengar musik tersebut. Tidak hanya telinga bayi yang dapat mengikuti ketukan, bayi sebenarnya dapat menari. Hal tersebut berdasarkan hasil sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2010.

Bayi dapat melakukan gerakan tari dengan tangan, kaki dan badannya sesuai dengan irama atau alunan musik. Kemampuan menari adalah bawaan pada manusia, meskipun para peneliti tidak yakin mengapa hal tersebut dapat berevolusi.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

5. Meniru tindakan orang lain

Sebuah studi pada tahun 2009 mengungkapkan ketika bayi berusia 9 bulan yang melihat orang dewasa sebagai sebuah objek, maka daerah motor di otak bayi akan diaktifkan seolah-olah benar-benar melakukannya.

Para peneliti studi menunjukkan bahwa neuron cermin yang banyak berperan. Bayi memiliki kemampuan prediktif yang dapat membantunya menanggapi tindakan orang lain. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Biology Letters.

6. Belajar dengan cepat saat tidur

Menurut sebuah studi pada tahun 2010, bayi rupanya bisa belajar bahkan saat tidur. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang melibatkan 26 bayi yang sedang tidur.

"Seperti bayi yang baru lahir menghabiskan sebagian besar waktu mereka tidur, kemampuan tersebut mungkin penting untuk dapat cepat beradaptasi dengan dunia di sekitarnya dan membantu untuk memastikan kelangsungan hidup bayi," kata peneliti.

Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

7. Bayi dapat mengerti suara yang ditujukan pada mereka

Dalam sebuah studi pada tahun 2006, bayi yang berusia 7 bulan dapat mengerti suara atau bunyi yang ditujukan pada mereka. Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

8. Dapat membedakan dua bahasa yang berbeda

Pada penelitian pada tahun 2007 yang telah diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa, bayi usia 4-6 bulan dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk melihat orang yang berbicara kepadanya mengucapkan kalimat dalam bahasa yang berbeda.

Hal tersebut menunjukkan bahwa bayi dapat membedakan antara kedua bahasa tersebut. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi mulai memahami tata bahasa, pengolahan tata bahasa dan kata-kata secara bersamaan pada usia 15 bulan.

"Bayi yang baru lahir dapat dikatakan cerdas dalam bahasa karena bayi memiliki kemampuan dengan mudah belajar salah satu bahasa di dunia," kata psikolog George Hollich dari Purdue University.

9. Dapat menilai karakter orang cukup baik

Mengelompokkan orang lain sebagai bermanfaat atau berbahaya sangat penting ketika memilih teman. Dan kemampuan tersebut dapat mulai dimiliki sejak bayi.

Kemampuan menilai karakter dapat menjadi langkah pertama bayi dalam pembentukan moral. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang telah diterbitkan pada tahun 2007 di jurnal Nature.(del/ir
sumber: Detikhealth.com

»»  READMORE...

Selasa, 19 Maret 2013

CERPEN ISLAMI



(Bacalah dengan hati dan resapi)

"JAWABAN TERINDAH DARIMU"


Kunikmati udara pagi ini. Subhanallah begitu menyejukkan. Kuhela nafas panjang agar udara segar itu masuk ke dalam tubuhku, menjadi kekuatan dakwah bagiku. Hufth....segarnya. Dari kejauhan ku lihat lelaki itu lagi,lelaki yang kemarin mengantar susu untuk Nenek.

"Selamat pagi Mbak Killa." sapanya ramah.

"Iya,s
elamat pagi juga." jawabku menundukkan kepala setelah kusadari lelaki itu sedari tadi telah menjatuhkan pandangannya tepat pada bola mataku.

"Nenek ada, Mbak?" tanyanya kemudian.


"Ma'af, Nenek sedang ke pasar." jawabku.


"Kalau begitu saya boleh titip ini pada Mbak Killa?" tanyanya lagi seraya menyodorkan dua bungkus susu kedelai dalam kemasan plastik.


"Insya Allah." kuterima susu kemasan itu,namun lelaki itu tak juga beranjak dari tempatnya berdiri. Dia malah terus menatap wajahku. Aku jadi salah tingkah dibuatnya.


"Maaf, apa masih ada yang bisa saya bantu?" tanyaku berharap dia tau kalau aku tak nyaman jika seseorang yang bukan muhramku berlama-lama bersamaku.


"Tidak, saya hanya ingin melihat wajah Mbak Killa. Kenapa Mbak Killa terus menunduk?" tanyanya sembari cengengesan.

"Dalam islam seorang wanita dan lelaki yang bukan mahram saling beradu pandang adalah haram." jawabku pada lelaki yang ku tau dia non muslim itu. Dia hanya mengangguk-anggukkan kepala.

"Kenapa begitu ya?" ternyata pertanyaannya masih berlanjut setelah manggut-manggut, kukira tadinya dia sudah mengerti.

"Karena syahwat bisa muncul dari pandangan." jelasku lagi.

"Mbak Killa selalu memakai tutup kepala itu?" lanjutnya.

"Maksudnya jilbab ini?"


"Iya, itu."


Kali ini aku tersenyum mendengar pertanyaannya.


"Karena seorang muslimah harus menutupi auratnya untuk menjaga dirinya dari hal-hal yang tak diinginkan."

"Kenapa demikian?" bukankah rambut adalah mahkota terindah bagi wanita ?"

"Itu sangat benar." jawabku sembari tersenyum tanpa memandangnya.


"Lalu??"


"Mahkota kami hanya untuk lelaki yang sudah menjadi mahram kami."


Dia terlihat semakin bingung,mungkin dia tak tau apa itu arti mahram. Tapi tampaknya dia tak akan menanyakannya lagi.


Semburat senja makin terlihat. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore tepat. Nenek masih terlihat sibuk dengan kacang yang harus dikupasnya agar esok hari bisa di jual ke pasar. Sedang aku sibuk merapikan baju Nenek dalam lemari.


"Kamu pulang kapan,Nduk ?" tanya Nenek.


"Seminggu lagi Nek,soalnya tadi Abi udah telfon katanya seminggu lagi Mbak Silla di khitbah Mas Imam, jadi Killa harus bantu-bantu di rumah. Nenek juga disuruh ikut kesana."


"Nggak,Nenek suka pusing kalau naik kendaraan jauh." katanya seraya meneguk susu kemasan tadi pagi. Tiba-tiba aku teringat lelaki yang mengantar susu itu.


"Apa lelaki itu setiap hari mengantar susu untuk Nenek?" tanyaku beberapa saat kemudian.


"Maksud kamu Vino?"


Nenek meletakkan kacang dalam ember dengan rapi. Dia terlihat tersenyum cantik dengan jilbab lebar yang menutupi kepalanya.


"Vino sudah seperti cucu Nenek sendiri,mungkin karena Nenek jauh dari Abimu. Dia yang selalu merawat nenek saat nenek sakit,dia sangat memperhatikan Nenek." senyum bahagia itu masih tersungging dibibir nenek. Aku segera menghampirinya,memeluknya dari belakang.


"Killa juga sayang Nenek. Ma'af ya kalau Killa tak bisa menjaga Nenek." bisikku tepat ditelinganya. Nenek membalasnya dengan senyum cantik.


Rasanya ingin selalu dekat dengan Nenek,tapi aku harus bekerja di Jakarta. itu mengharuskanku menetap disana. Tak tega rasanya membiarkan Nenek di desa ini hanya sendiri tanpa sanak saudara,untung ada Vino yang mau memperhatikan Nenek.


"Vino itu baik loh Kil,dia selalu memberikan apa saja yang sekiranya Nenek butuhkan. Kamu berteman saja sama dia. Ya meskipun dia non muslim,yang penting hatinya baik." ujar Nenek.

"Iya Nek, Killa tau itu." jawabku sembari tersenyum.

Sudah 4 hari ini Vino selalu di rumah Nenek sampai sore,alasannya sich membantu Nenek. Tapi kulihat dia lebih banyak mengusikku,diam-diam memperhatikanku,lalu mentertawaiku jika aku melakukan hal bodoh. Ternyata dia adalah lelaki yang baik,asik,dan humoris. Aku semakin tau siapa sosok Vino sebenarnya. Lelaki yang baik, perhatian, lembut, sopan, ramah, dan...... Astaghfirullah hal'adziim, kenapa denganku ini.

"Lusa Mbak Killa udah pulang ya?" tanyanya pagi itu sewaktu mengantarkan susu.

"Iya." jawabku datar.

Dia terdiam. Kulirik wajahnya. Ada raut sedih dalam matanya. Dua hari lagi aku akan kembali ke Jakarta. Rasanya sangat berat....meninggalkan Nenek, Desa ini, pegunungannya, sawah-sawahnya yang indah, juga aku harus jauh dari Vin......hhuuuuuhhhhh,apa sih aku ini. Ya Allah,semoga ini hanya perasaanku saja. Tak ingin aku mencintai lelaki yang tak mencintai-Mu.


Hari dimana aku akan pulang pun tiba juga. Namun tak kulihat Vino datang kemari di pagi itu. Aku menanti teman baruku itu didepan pintu rumah,namun nihil. Sampai supir datang menjemputku pun tak kulihat batang hidung Vino.

"Jangan lagi kau tunggu dia."kata Nenek mengagetkanku.

"Maksud Nenek siapa ?" tanyaku pura-pura linglung.

"Siapa aja juga boleh." balas Nenek genit. Aku cekikikan melihat gayanya.

"Ini,Vino hanya menitipkan surat ini untuk kamu." ujar Nenek seraya memberikan sebuah kertas berwarna pink yang dilipat dengan rapi. Dengan penasaran aku segera membaca isi kertas itu....


Teruntuk Akilla Azzahra..

Aku telah jatuh hati padamu..
Wajahmu membuatku tak mampu melupakan cahaya yang terpancar indah dari sana..
Apakah ini cinta ??
Maaf.. Diam-diam aku memendam rasa ini.. Aku mengagumimu,Killa. Aku kagum akan keanggunanmu.. Aku kagum akan tutur katamu yang indah.. Aku kagum pada senyummu yang penuh makna.. Aku kagum kesetiaanmu pada yang kau percaya.. Aku sungguh kagum, Killa...


Pagi ini kau akan kembali..

Namun tak sanggup aku menyaksikan kau pergi,,
ingin rasanya aku bicara tentang rasa ini tepat dihadapanmu...
Tapi agaknya aku tak berdaya..
Dengan segenap rasa yang singgah dihatiku,sudikah kau menjadi calon ibu dari anak-anakku ???


Vino Cristiano


Aku tersenyum membaca surat pendek itu. Hatiku sungguh bahagia. Namun aku tau jika ini hanya ujian hatiku saja,maka aku tak ingin terpedaya oleh apa yang Allah tak suka. Sebelum aku pergi kutulis surat balasan untuk Vino.


Vino Cristiano..

Saya telah membaca suratmu... Terimakasih untuk pernyataan itu... Aku ingin tetap setia pada penciptaku... Maka aku akan melangkah bersama orang yang juga mencintai-Nya..

Akilla Azzahra


Singkat. Cukuplah itu balasan yang kukirim untuknya. Semoga dia tak tersinggung dan dapat mengerti dengan alasan yang kupunya.


Lima bulanpun berlalu. Namun aku masih belum bisa melupakan Vino. Rindu,aku merasakan itu. Aku sungguh merasa berdosa pada-Mu,Ya Allah. Sungguhkah Kau sedang menguji hatiku ??

Di sepertiga malam aku kembali memadu romantisme dengan Sang Pencipta. Sakit, kerinduanku pada Vino membuat dadaku begitu terasa perih. Aku rindu saat diam-diam dia memandangku, lalu mengalihkan pandangannya saat aku menyadarinya. Aku juga rindu saat melihat dia menyuapi Nenek,menghibur Nenek. Aku rindu senyumnya yang diam-diam membuat jantungku berdebar saat melihatnya. Aku benar-benar merindukannya.


"Ya Allah, jika suatu hari nanti aku harus jatuh cinta,maka cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk lebih mencintai-Mu. Namun agaknya hati ini telah Kau uji. Aku akan berusaha untuk mengatasi rasa ini, Ya Allah... Demi cintaku pada-Mu, demi kesetiaanku pada-Mu, maka permudahkan itu, Ya Allah. Izinkan aku mencintai ikhwan yang sekiranya dia mampu menjadi imamku menuju keridloan-Mu. Hamba mohon dengan sangat...." tak terasa air mataku menetes. Aku takut rasaku pada Vino membuat cinta Allah berkurang padaku,aku benar-benar sangat takut akan hal itu.


Pagi ini hujan datang lagi. Dari kusen jendela kamar kunikmati indahnya hujan yang mampu menentramkan hatiku. Kulihat ada seorang lelaki berteduh di teras rumah. Sarung, baju takwa, dan peci yang dipakainya membuatku menerka bahwa lelaki itu baru pulang dari pengajian yang diadakan di masjid usai shubuh tadi. Namun aku tak mengenali sosok tubuhnya, karena dia membelakangi pandanganku. Sepertinya tetanggaku tak ada yang seperti itu. Lalu siapa ?? Aku segera keluar rumah untuk memastikan sosok itu. Kuhampiri lelaki berbadan tinggi semampai itu untuk menghilangkan rasa penasaranku.


"Assalamu'alaikum, akhi." sapaku agak sedikit takut.

"Wa'alaikumsalam Warohmatulloh..." jawabnya seraya membalikkan badan.

DEG...!!!!! Jantungku seakan-akan lompat dari tempatnya setelah melihat wajah itu. Vino, itu Vino. Bermimpikah aku ? Atau mataku sudah mulai ada gangguan ??? Dia tersenyum manis.

"Maaf Kil, tadi aku habis dari masjid. Ternyata di jalan hujan, jadi aku numpang berteduh di teras rumah kamu." jelasnya tanpa mengurangi senyumnya.

Dari masjid ??? Berteduh di rumahku ??. Ngapain dia ke masjid ?? Kok dia tau rumahku?? Aku tetap terdiam ditempatku berdiri dan tak mengeluarkan suara sedikit pun. Rasanya masih seperti tak mungkin. Lalu sarung, baju takwa, dan peci yang dikenakannya ??? Banyak tanya dalam otakku,dan aku tak sanggup menanyakannya. Rasanya bibirku mendadak keluh di hadapan makhluk bernama Vino itu.


"Kenapa kamu diam saja?" tanyanya kemudian.


Aku hanya menggelengkan kepala. Terdiam melihat Vino yang sibuk dengan sarungnya yang sudah basah kuyup.

"Kamu tau rumahku?" akhirnya mampu juga aku mengeluarkan suara.


"Iya,Nenek memberikan alamat rumah kamu."jawabnya ramah.


"Sejak kapan kamu di Jakarta?"lanjutku mirip polisi yang sedang menginvestigasi tersangkanya.


"Tiga bulan yang lalu. Aku bekerja disalah satu perusahaan swasta di Jakarta."

Kembali aku melihat perubahan dari penampilan Vino. dari atas kebawah,dari bawah keatas, kuperhatikan penampilannya yang tak biasa. Vino tersenyum melihatku.


"Aku sudah jadi muallaf, Kil." katanya. Mendengar itu aku hampir tak percaya.


"Apa ????" tanyaku memastikan bahwa apa yang kudengar saat itu memang tak salah. Vino kembali tersenyum padaku.


"Iya, aku sudah menjadi muslim." jawabnya.

"Alhamdulillah......." aku benar-benar bahagia mendengar itu.

"Aku sadar bahwa hanya Allah lah yang pantas untuk disembah." katanya.

"Demi Allah,Vin. Aku ikut senang."

Selesai juga percakapan itu setelah hujan reda. Vino harus kembali ke kostnya. Dan aku kembali dengan keheranan keherananku selanjutnya. Vino yang sekarang adalah seorang muslim,inikah jawaban dari doaku, Ya Allah ???.

Tiga bulan dia di Jakarta tapi tak menghubungiku,kenapa ?? Apa rasa yang dulu sudah hilang dari hatinya ? Tiba-tiba ada rasa khawatir di hatiku. Padahal tak perlulah aku memikirkan itu,yang pasti Vino sudah menjadi seorang muslim saja aku sudah sangat bersyukur.

Selang beberapa hari kemudian Vino mengirim sebuah pesan pendek untukku..

Assalamu'alaikum wr wb..

Akilla Azzahra..

Tiga bulan aku telah memperhatikanmu dari jauh... Memandang seseorang yang mungkin Allah takdirkan untukku.. Aku tak tau dengan apa aku bisa pantas bersanding denganmu.. Namun aku mencoba,ukhti Killa... Aku mencoba belajar islam seperti apa yang kau syaratkan.. Dan kau tau apa yang ku temui,ukhti ???

Keindahan...
Keajaiban...
Kasih sayang yang sesungguhnya...
Dan Allah yang kusadari telah memberiku hidup..
Hatiku tergugah ketika untuk pertama kalinya aku belajar membaca Al-Qur'an..
Al-Ikhlas,surat itu yang membuat dadaku sakit...
Surat itu yang membuat aku merasa menjadi makhluk penuh dosa...
Surat itu yang membuatku merasa bahwa memang Allah-lah Tuhanku yang sesungguhnya...
Surat itu juga yang membuat hatiku menyuruh lisan ini berucap syahadat...
Kini aku telah mampu mencintai Allah, sama seperti yang kau harapkan..
Sungguh itu mengurangi cintaku untukmu,,,
Namun benar-benar hanya kau akhwat yang singgah dihatiku,ukhti..
Maka atas nama cintaku pada-Nya, kembali kubertanya...
Apakah kau bersedia menjadi istri dariku ??
Ibu dari anak-anakku kelak ???
Menantu dari orang tuaku ???
Dan bidadari untuk dunia dan surgaku ???
Semoga Allah menjodohkan kita,ukhti Killa..


Amiin Allahumma Amiin.


Wassalamu'alaikum wr wb,,



Moch. Tajuddin Alvino


Aku bahagia membaca pesan itu. Pesan singkat,namun kurasa terlalu panjang untuk kuanggap itu singkat. Aku menghela nafas panjang. Bersyukur atas apa yang Allah berikan padaku. Bersyukur karena Allah telah menjawab doaku dengan jawaban yang lebih indah. Dan yang pasti aku bersyukur karena Allah mengizinkan Vino menjemput hidayahnya, dan itu bukan karenaku,tapi karena firman-Nya...


Al-Ikhlas (memurnikan keesaan Allah)

1. Katakanlah : "Dialah Allah, Yang Maha Esa".
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tiada pula di peranakkan.
4. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.

»»  READMORE...